TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
SEKTOR PERTANIAN
Nama : Ichpa Ila Ichsani
Kelas :1EB08
NPM :23215216
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
- Sektor Pertanian di indonesia
Struktur
perekonomian Indonesia tentang
bagaimana arah kebijakan perekonomian Indonesia merupakan
isu
menarik.
Gagasan mengenai langkah-langkah perekonomian Indonesia menuju era
industrialisasi, dengan mempertimbangkan usaha mempersempit jurang
ketimpangan sosial dan pemberdayaan daerah, sehingga terjadi
pemerataan kesejahteraan kiranya perlu kita evaluasi kembali sesuai
dengan konteks kekinian dan tantangan perekonomian Indonesia di era
globalisasi.Tantangan
perekonomian di era globalisasi ini masih sama dengan era sebelumnya,
yaitu bagaimana subjek dari perekonomian Indonesia, yaitu penduduk
Indonesia sejahtera. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat
besar, sekarang ada 235 juta penduduk
yang tersebar
dari
Merauke sampai Sabang.
Berdasarkan pertimbangan ini, maka sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat. Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang.
Berdasarkan pertimbangan ini, maka sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat. Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang.
Selain
berkurangya lahan beririgasi teknis, tingkat produktivitas pertanian
per hektare juga relatif stagnan. Salah satu penyebab dari
produktivitas ini adalah karena pasokan $air
yang mengairi lahan pertanian juga berkurang. Banyak waduk dan embung
serta saluran irigasi yang ada perlu diperbaiki. Hutan-hutan tropis
yang kita miliki juga semakin berkurang, ditambah lagi dengan siklus
cuaca El Nino-La Nina karena pengaruh pemanasan global semakin
mengurangi pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan
pertanian.
Sesuai
dengan permasalahan aktual yang kita hadapi masa kini, kita akan
mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.
Di kemudian hari kita mungkin saja akan semakin bergantung dengan
impor pangan dari luar negeri. Impor memang dapat menjadi alternatif
solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, terutama karena semakin
murahnya produk pertanian, seperti beras yang diproduksi oleh Vietnam
dan Thailand. Namun, kita juga perlu mencermati bagaimana arah ke
depan struktur perekonomian Indonesia, dan bagaimana struktur tenaga
kerja yang akan terbentuk berdasarkan arah masa depan struktur
perekonomian Indonesia.Data ini juga menunjukkan peran penting dari
sektor pertanian sebagai sektor tempat mayoritas tenaga kerja
Indonesia memperoleh penghasilan untuk hidup. Sesuai dengan
permasalahan di sektor pertanian yang sudah disampaikan di atas, maka
kita mempunyai dua strategi yang dapat dilaksanakan untuk pembukaan
lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia di masa depan. Strategi
pertama adalah melakukan revitalisasi berbagai sarana pendukung
sektor pertanian, dan pembukaan lahan baru sebagai tempat yang dapat
membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.
Keberpihakan bagi sektor pertanian, seperti ketersediaan pupuk dan
sumber daya yang memberikan konsultasi bagi petani dalam meningkatkan
produktivitasnya, perlu dioptimalkan kinerjanya. Keberpihakan ini
adalah insentif bagi petani untuk tetap mempertahankan usahanya dalam
pertanian. Karena tanpa keberpihakan ini akan semakin banyak tenaga
kerja dan lahan yang akan beralih ke sektor-sektor lain yang
insentifnya lebih menarik.Strategi kedua adalah dengan mempersiapkan
sarana dan prasarana pendukung bagi sektor lain yang akan menyerap
pertumbuhan tenaga kerja Indonesia. Sektor ini juga merupakan sektor
yang jumlah tenaga kerjanya banyak, yaitu sektor perdagangan, hotel,
dan restoran serta industri pengolahan. Sarana pendukung seperti
jalan, pelabuhan, listrik adalah sarana utama yang dapat
mengakselerasi pertumbuhan di sektor ini.
Struktur
perekonomian Indonesia sekarang adalah refleksi dari arah
perekonomian yang dilakukan di masa lalu. Era orde baru dan era
reformasi juga telah menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi
sektor penting yang membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat
Indonesia. Sektor pertanian juga menyediakan pangan bagi masyarakat
Indonesia.
Saat
ini kita mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan kebijakan yang
dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia di masa depan. Namun,
beberapa permasalahan yang dihadapi sektor pertanian di masa ini
perlu segera dibenahi, sehingga kita dapat meneruskan hasil dari
kebijakan perekonomian Indonesia yang sudah dibangun puluhan tahun
lalu, dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia sampai saat
sekarang ini.
- Nilai tukar petani
- NTP nasional Maret 2015 sebesar 101,53 atau turun 0,64 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,23 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,42 persen.
- Pada Maret 2015, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan terbesar (1,75 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (1,28 persen) dibanding kenaikan NTP provinsi lainnya.
- Pada Maret 2015 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,48 persen disebabkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok konsumsi.
- Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2015 sebesar 106,68 atau turun 0,58 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
- Investasi di sektor pertanian
Sektor pertanian
merupakan sektor yang sangat penting dalam perekonomian di Indonesia.
Sampai tahun 1991 sektor pertanian menyumbang 17,66 persen terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 49,24 persen tenaga
kerja nasional. Di samping itu sektor pertanian juga menyangga
kehidupan sekitar 77,74 persen penduduk Indonesia yang tinggal di
pedesaan, serta merupakan pendukung utama sektor agroindustri dalam
mendorong/memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Mengingat pentingnya
peranan sektor pertanian dalam perekonomian Indanesia, maka
pengembangan sektor i n i perlu terus ditingkatkan. Namun mefihat
lemahnya daya saing sektor ini daXam menyerap investasi maka peranan
pemerintah dalam pengembangan sektor ini perlu lebih ditingkatkan
lagi agar laju pertumbuhan sektor ini tidak tertinggal jauh dengan
sektor lainnya. Pada prinsipnya, .suatu kebfjaksanaan investasi dalam
pengembangan suatu sektor seperti pertanian perlu dilandasi oleh
pengetahuan tentang keterkaitan antar sektar dalam perekonomian
secara keseluruhan. Pernusatan investasi bagi pengembangan sektor
pertanian tertentu seharusnia didasari pada sektor-sektor yang kaitan
intersektoralnya sangat kuat. Sektor yang dikembangkan hams rnampu
mendorong pertumbufian sektor lainnya melalui keterkaitan baik dari
segi input maupun outputnya.
- Keterkaitan pertanian dengan industri manufaktur
Pentingnya
pertanian di dalam pertumbuhan sebuah ekonomi yang didominasi oleh
sektor pertanian, pertumbuhan pertanian akan meningkatkan laju
pertumbuhan pendapatan daerah bruto (PDB). Peran sektor pertanian
sangat diperlukan dalam upaya menurunkan kemiskinan. Data PBB
menyatakan bahwa pada daerah pedesaan di negara berkembang terdapat
sekitar 1 milyar penduduk dari 1,2 milyar penduduk hidup dalam
kemiskinan absolut (absolute poverty).Bank Dunia mengetahui bahwa
populasi, pertanian dan environment adalah kunci untuk mengetahui
masalah yang dihadapi di Sub-Sahara Afrika, yaitu daerah yang paling
miskin di dunia. Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat yang tidak
diimbangi oleh teknik pertanian menyebabkan kekurangan. Hal ini juga
menyebabkan degradasi tanah dan penurunan produksi dan konsumsi
makanan per kapita.Selain membutuhkan sumber daya finansial, sektor
pertanian juga memerlukan teknologi maju dan infrastruktur.
Diskriminasi pemerintah terhadap sektor pertanian akan menghalangi
keseluruhan pembangunan.
Transformasi
Pertanian mengemukakan bahwa keberhasilan sektor pertanian bukan
hanya alat bagi pembangunan, tetapi keberhasilan di sektor pertanian
juga menjadi tujuan dari pembangunan. Pertanian
dapat menjamin penyediaan kebutuhan milyaran penduduk di masa depan.
Hal yang berhubungan dengan transformasi sektor pertanian:
1)
Peningkatan produktivitas pertanian.
2)
Penggunaan sumber daya yang dihasilkan untuk pembangunan di luar
sektor pertanian.
3)
Integrasi pertanian dengan ekonomi nasional melalui infrastruktur dan
pasar.
Salah
satu karakteristik dalam pembangunan ekonomi adalah pergeseran jangka
panjang populasi dan produksi dari sektor pertanian menjadi sektor
industri dan sektor jasa. Hanya sebagian kecil masyarakat dalam
negara industri yang hidup dari sektor pertanian. Konsep strategi
pembangunan berimbang (balanced growth), yaitu pembangunan di sektor
pertanian dan sektor industri secara bersamaan merupakan tujuan
pembangunan yang paling ideal. Pada kenyataannya konsep strategi
pembangunan berimbang tidak dapat dilakukan oleh negara berkembang,
hal ini dikarenakan sumber daya yang tidak mencukupi untuk melakukan
pembangunan di sektor pertanian maupun sektor industri sekaligus.
Kontribusi
Pertanian pada Pembangunan Pertanian memiliki kontribusi yang sangat
besar kepada pembangunan. Kontribusi
pertanian tersebut adalah:
1)
Meningkatkan persediaan makanan.
2)
Pendapatan
dari ekspor.
3)
Pertukaran
tenaga kerja ke sektor industri.
4)
Pembentukan
modal.
5)
Kebutuhan
akan barang-barang pabrikan.
Kekuatan
bukanlah alat untuk mengeksploitasi petani. Beberapa negara
berkembang menekan harga pertanian rendah, beberapa negara mengenakan
pajak akan aktivitas pertanian, mencabut modal pada daerah pedesaan,
secara umum dapat dikatakan banyak negara menempatkan industrialisasi
di atas segalanya. Model
Lewis hanya membuat beberapa ekonom dan pembuat kebijakan berpikir
bahwa pertanian adalah tempat untuk mempekerjakan kelebihan tenaga
kerja yang tidak terserap oleh industrialisasi
Dalam
analisis klasik dari Kuznets (1964), pertanian di LDCs dapat dilihat
sebagai suatu sektor ekonomi yang sangat potensial dalam empat bentuk
kontribusinya terhadap pertumbuhan dan pengembangan ekonomi nasional,
yaitu sebagai berikut:
1)
Ekspansi
sektor-sektor ekonomi lain sangat tergantung pada produk-produk dari
sektor pertanian, bukan saja untuk suatu kelangsungan pertumbuhan
suplai makanan mengikuti pertumbuhan penduduk.
2)
Karena bias agraris yang sangat kuat dari ekonomi selama tahp awal
proses pembangunan ekonomi.
3)
Karena pentingnya pertanian secara relative menurun dengan
pertumbuhan dan pembanguna ekonomi.
4)
Sektor pertanian mampu berperan sebagai sumber penting bagi surplus
neraca perdagangan atau neraca pembayaran.
Daftar pustaka:
http://denandardede.blogspot.co.id/2015/05/keterkaitan-pertanian-dengan-industri_1.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar