TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
SUDAH SIAPKAH INDONESIA MENGALAMI MEA
Nama : Ichpa Ila Ichsani
Kelas :1EB08
NPM :23215216
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
MEA
adalah
bentuk
integrasi ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai pada
tahun 2015. MEA tersebut memiliki peluang yang sangat besar
diantaranya yaitu
manfaat integrasi ekonomi, pasar potensial dunia, negara pengekspor,
negara tujuan investasi, dan meningkatkan daya saing.
Tak
mudah memang memandang MEA dalam satu sisi saja.MEA mempunyai
beberapa tujuan yang bisa mendorong perdagangan jasa menjadi lebih
mudah diantara negara-negara anggota ASEAN.Namun MEA juga akan
mendorong persaingan tenaga kerja. Setiap negara anggota ASEAN akan
membuka kesempatan bagi 8 sektor tenaga kerja seperti insinyur,
arsitek, perawat, tenaga survey, tenaga pariwisata, praktisi medis,
dokter gigi dan akuntan secara terbuka. Artinya akan ada banyak orang
dalam profesi ini yang akan masuk ke Indonesia dan bersaing dengan
tenaga kerja Indonesia.Salah satu aktivis Pekerja Rumah Tangga (PRT)
dari Jala PRT, Safitri menyatakan bahwa keputusan dalam MEA akan
berdampak besar bagi nasib PRT migran atau TKI.Hingga hari ini kita
masih memperjuangkan Rancangan Undang-Undang PRT agar menjadi
Undang-Undang, jika PRT kita harus bersaing dengan PRT negara-negara
lain, lalu bagaimana nasib mereka selanjutnya.Program Manager Hak
Asasi Manusia Asean Human Right Working Group (HRWG), Daniel Awigra
menyatakan bahwa yang harus didorong saat ini yaitu pertama,
pemerintahan Jokowi harus membuka dokumen yang diatur dalam MEA.
Dibukanya dokumen ini agar masyarakat bisa merespon soal MEA dan
memberikan masukan . pemerintah harus menjamin adanya instrumen hukum
legal untuk melindungi para buruh atau tenaga kerja di ASEAN. Usulan
lain yaitu mendesak pemerintah agar memberikan road map perlindungan
terhadap buruh.Dari sini kita bisa memastikan bahwa jika MEA ini
diterapkan, maka para buruh Indonesia dilindungi haknya, tidak
didiskriminasi dan mendapatkan jaminan keamanan. Dan jaminan ini
tentu tidak hanya untuk buruh saja, namun perlindungan juga harus
diberikan pada keluarga buruh, pada istri, suami dan anak-anak
mereka. Perlindungan ini bisa berupa perlindungan kesehatan, jaminan
hari tua, kesejahteraan.Pengamat hubungan internasional, Beginda
Pakpahan mengusulkan agar sebelum MEA dijalankan pada akhir tahun
2015, harus ada kajian untuk mempersiapkan Indonesia menuju MEA.Harus
disiapkan dulu semuanya, misalnya saat ini Indonesia mempunyai 700
ribu insinyur, namun yang bersertifikasi baru sekitar 10 ribu
insinyur. Maka penting untuk melihat apa yang belum dilakukan? Apakah
pendidikannya? Apakah kesejahteraan ataukah perlu diberikan
perlindungan kesehatan atau perlindungan HAM.Sejumlah pengamat
ekonomi menyatakan bahwa pasar tunggal ASEAN akan memengaruhi lebih
dari 600 juta jiwa masyarakat Asia Tenggara dan 200 juta masyarakat
di Indonesia. Pasar tunggal ini juga akan berdampak dan mempengaruhi
sektor perdagangan, pertanian, pekerjaan, kesehatan, perbankan,
pendidikan dan sejumlah sektor lain terutama terkait liberalisasi
jasa dan perdagangan.Indonesia dan 9 negara anggota ASEAN telah
menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan dan Asean
Economic Communicty (AEC). Mereka akan mengubah ASEAN menjadi daerah
dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja
terampil dan aliran modal yang lebih bebas. Dalam perjanjian ini akan
ada pertukaran soal barang dan jasa yang melibatkan para tenaga kerja
negara-negara anggota.
Pengertian
Redenominasi
Redenominasi
diartikan sebagai penyederhanaan denominasi (pecahan) mata uang suatu
negara
menjadi pecahan lebih kecil dengan cara menghilangkan nol tanpa
mengurangi
nilai mata uang tersebut,
Pengertian
Sanering
Sanering
adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang.
Jadi,
Perekonomian
Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan kinerja yang cukup
baik
di tengah
situasi perekonomian global yang masih dibayang-bayangi oleh
berbagai ketidak-pastian,
seperti prospek pemulihan ekonomi di kawasan Eropa
(terutama di negara yang mengalami krisis hutang, yaitu Yunani,
Italia, Irlandia, Potugal dan Spanyol) dan ancaman jurang fiskal
(fiscal
cliff )
di AS akibat
perbedaan sudut pandang dan kepentingan antara Pemerintahan Barrack
Obama
(Partai Demokrat) dengan Konggres yang didominasi oleh Partai
Republik, terkait strategi kebijakan untuk meningkatkan penerimaan
negara dari pajak,
efisiensi pengeluaran
negara terutama pengurangan pengeluaran untuk perlindungan
sosial, serta batasan hutang dan defisit anggaran pemerintah AS.
Krisis
tersebut turut berimbas pada penurunan permintaan eksternal dan
perlambatan
aktivitas
perekonomian di Asia, termasuk China dan India. Data
BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan
III-2012 bila dibandingkan triwulanIII-2011 tercatat sebesar 6,17
persen
dan
secara
kumulatif
mencapai sebesar 6,29persenbila dibandingkan periode
yang
sama tahun 2011.
Besaran PDB atas dasar harga berlaku secara kumulatif
pada triwulan III-2012 mencapai sebesar Rp. 6.151,6 trilyun. Bank
Indonesia
memperkirakan bahwa pertumbuhan pada triwulan IV-2012 akan mencapai
6,2 persen, sehingga pertumbuhan untuk keseluruhan tahun 2012 akan
mencapai sekitar 6,3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia
menunjukkan trend yang
terus meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Bahkan pertumbuhan
ekonomi Indonesia sejak triwulan II-2012 merupakan pertumbuhan
terbesar kedua di
Dunia setelah China yang meskipun mencatat angka 7,7 persen namun
trendnya menurun
dibandingkan triwulan sebelumnya (Firmanzah, 2012). Dengan demikian
tingkat
pertumbuhan Indonesia kembali berada di atas rata-rata tingkat
pertumbuhan
dunia yang pada
tahun 2012 diprediksi sebesar 3,5 persen.
dimana sebagian besar negara bahkan mengalami pertumbuhan minus.
Trend tersebut berbeda bila dibandingkan dengan Singapura yang
memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 6,55 persen, namun
fluktuasinya sangat tinggi mulai dari 14,7 persen (2010) setelah
mengalami kontraksi -1,3 persen (2009). Demikian pula halnya dengan
Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam yang tidak lepas dari imbas
krisis global tahun 2009, sehingga
turut mengalami pertumbuhan yang minus. Pertumbuhan ekonomi Vietnam
memang menunjukkan tingkat yang selalu lebih tinggi dibandingkan
Indonesia dari periode 2002 hingga 2010, namun terlihat mulai
mengalami dan melambat pertumbuhannya. Sedangkan
Myammar dengan skala
Tantangan
dan Kesiapan Indonesia untuk Memasuki MEA 2015•
- Pasar Potensial Dunia.
Perwujudan
AEC 2015 akan menempatkan ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ketiga
di dunia yang di dukung oleh
jumlah penduduk
ketiga terbesar ( 8persen dari total penduduk dunia )
setelah China dan India.
- Negara Pengekspor.
Dengan
meningkatnya harga komoditas internasional, sebagian besar negara
ASEAN mencatat surplus pada neraca transaksi berjalan. Prospek
perekonomian yang cukup baik menyebabkan ASEAN menjadi tempat tujuan
investasi.
- Negara Tujuan Investor.
Dalam
rangka AEC 2015 berbagai kerja sama regional untuk meningkatkan
infrastruktur ( pipa gas, teknologi informasi )
maupun dari sisi pembiayaan menjadi agenda. Kesempatan tersebut
membuka
peluangbagi perbaikan iklim investasi Indonesia. Terutama dalam
melancarkan program infrastruktur domestik.
- Daya Saing.
Liberalisasi
perdagangan barang ASEAN akan menjamin kelancaran
arus barang untuk pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan
ASEAN karena hambatan tarif dan non tarif yang tidak ada lagi.
- Sektor Jasa yang Terbuka.
Sektor
– sektor jasa yang telah di tetapkan yaitu pariwisata, kesehatan,
penerbangan, dan e-ASEAN dan kemudian akan di susul dengan logistik.
- Aliran Modal.
Dari
sisi penarikan aliran modal asing, ASEAN sebagai kawasan
dikenal sebagai tujuan penanaman modal global, termasuk CLMV
khususnya Vietnam.
DAFTAR
PUSTAKA :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar