Jumat, 01 April 2016

PEREKONOMIAN INDONESIA- SUDAH SIAPKAH INDONESIA MENGALAMI MEA

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA
SUDAH SIAPKAH INDONESIA MENGALAMI MEA



Nama                           : Ichpa Ila Ichsani
Kelas                           :1EB08
NPM                            :23215216


UNIVERSITAS GUNADARMA
2016



MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN yang direncanakan akan tercapai  pada tahun 2015. MEA tersebut memiliki peluang yang sangat besar diantaranya yaitu manfaat integrasi ekonomi, pasar potensial dunia, negara pengekspor, negara tujuan investasi, dan meningkatkan daya saing.

Tak mudah memang memandang MEA dalam satu sisi saja.MEA mempunyai beberapa tujuan yang bisa mendorong perdagangan jasa menjadi lebih mudah diantara negara-negara anggota ASEAN.Namun MEA juga akan mendorong persaingan tenaga kerja. Setiap negara anggota ASEAN akan membuka kesempatan bagi 8 sektor tenaga kerja seperti insinyur, arsitek, perawat, tenaga survey, tenaga pariwisata, praktisi medis, dokter gigi dan akuntan secara terbuka. Artinya akan ada banyak orang dalam profesi ini yang akan masuk ke Indonesia dan bersaing dengan tenaga kerja Indonesia.Salah satu aktivis Pekerja Rumah Tangga (PRT) dari Jala PRT, Safitri menyatakan bahwa keputusan dalam MEA akan berdampak besar bagi nasib PRT migran atau TKI.Hingga hari ini kita masih memperjuangkan Rancangan Undang-Undang PRT agar menjadi Undang-Undang, jika PRT kita harus bersaing dengan PRT negara-negara lain, lalu bagaimana nasib mereka selanjutnya.Program Manager Hak Asasi Manusia Asean Human Right Working Group (HRWG), Daniel Awigra menyatakan bahwa yang harus didorong saat ini yaitu pertama, pemerintahan Jokowi harus membuka dokumen yang diatur dalam MEA. Dibukanya dokumen ini agar masyarakat bisa merespon soal MEA dan memberikan masukan . pemerintah harus menjamin adanya instrumen hukum legal untuk melindungi para buruh atau tenaga kerja di ASEAN. Usulan lain yaitu mendesak pemerintah agar memberikan road map perlindungan terhadap buruh.Dari sini kita bisa memastikan bahwa jika MEA ini diterapkan, maka para buruh Indonesia dilindungi haknya, tidak didiskriminasi dan mendapatkan jaminan keamanan. Dan jaminan ini tentu tidak hanya untuk buruh saja, namun perlindungan juga harus diberikan pada keluarga buruh, pada istri, suami dan anak-anak mereka. Perlindungan ini bisa berupa perlindungan kesehatan, jaminan hari tua, kesejahteraan.Pengamat hubungan internasional, Beginda Pakpahan mengusulkan agar sebelum MEA dijalankan pada akhir tahun 2015, harus ada kajian untuk mempersiapkan Indonesia menuju MEA.Harus disiapkan dulu semuanya, misalnya saat ini Indonesia mempunyai 700 ribu insinyur, namun yang bersertifikasi baru sekitar 10 ribu insinyur. Maka penting untuk melihat apa yang belum dilakukan? Apakah pendidikannya? Apakah kesejahteraan ataukah perlu diberikan perlindungan kesehatan atau perlindungan HAM.Sejumlah pengamat ekonomi menyatakan bahwa pasar tunggal ASEAN akan memengaruhi lebih dari 600 juta jiwa masyarakat Asia Tenggara dan 200 juta masyarakat di Indonesia. Pasar tunggal ini juga akan berdampak dan mempengaruhi sektor perdagangan, pertanian, pekerjaan, kesehatan, perbankan, pendidikan dan sejumlah sektor lain terutama terkait liberalisasi jasa dan perdagangan.Indonesia dan 9 negara anggota ASEAN telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan dan Asean Economic Communicty (AEC). Mereka akan mengubah ASEAN menjadi daerah dengan perdagangan bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan aliran modal yang lebih bebas. Dalam perjanjian ini akan ada pertukaran soal barang dan jasa yang melibatkan para tenaga kerja negara-negara anggota.

Pengertian Redenominasi

Redenominasi diartikan sebagai penyederhanaan denominasi (pecahan) mata uang suatu negara menjadi pecahan lebih kecil dengan cara menghilangkan nol tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut,

Pengertian Sanering

Sanering adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang.

Jadi, Perekonomian Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan kinerja yang cukup baik di tengah situasi perekonomian global yang masih dibayang-bayangi oleh berbagai ketidak-pastian, seperti prospek pemulihan ekonomi di kawasan Eropa (terutama di negara yang mengalami krisis hutang, yaitu Yunani, Italia, Irlandia, Potugal dan Spanyol) dan ancaman jurang fiskal (fiscal cliff ) di AS akibat perbedaan sudut pandang dan kepentingan antara Pemerintahan Barrack Obama (Partai Demokrat) dengan Konggres yang didominasi oleh Partai Republik, terkait strategi kebijakan untuk meningkatkan penerimaan negara dari  pajak, efisiensi pengeluaran negara terutama pengurangan pengeluaran untuk  perlindungan sosial, serta batasan hutang dan defisit anggaran pemerintah AS. Krisis tersebut turut berimbas pada penurunan permintaan eksternal dan  perlambatan aktivitas perekonomian di Asia, termasuk China dan India. Data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 bila dibandingkan triwulanIII-2011 tercatat sebesar 6,17 persen dan secara kumulatif mencapai sebesar 6,29persenbila dibandingkan  periode yang sama tahun 2011. Besaran PDB atas dasar harga berlaku secara kumulatif pada triwulan III-2012 mencapai sebesar Rp. 6.151,6 trilyun. Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan pada triwulan IV-2012 akan mencapai 6,2 persen, sehingga pertumbuhan untuk keseluruhan tahun 2012 akan mencapai sekitar 6,3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan trend yang terus meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak triwulan II-2012 merupakan pertumbuhan terbesar kedua di Dunia setelah China yang meskipun mencatat angka 7,7 persen namun trendnya menurun dibandingkan triwulan sebelumnya (Firmanzah, 2012). Dengan demikian tingkat pertumbuhan Indonesia kembali berada di atas rata-rata tingkat  pertumbuhan dunia yang pada tahun 2012 diprediksi sebesar 3,5 persen. dimana sebagian besar negara bahkan mengalami pertumbuhan minus. Trend tersebut berbeda bila dibandingkan dengan Singapura yang memiliki tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 6,55 persen, namun fluktuasinya sangat tinggi mulai dari 14,7 persen (2010) setelah mengalami kontraksi -1,3 persen (2009). Demikian pula halnya dengan Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam yang tidak lepas dari imbas krisis global tahun 2009, sehingga turut mengalami pertumbuhan yang minus. Pertumbuhan ekonomi Vietnam memang menunjukkan tingkat yang selalu lebih tinggi dibandingkan Indonesia dari periode 2002 hingga 2010, namun terlihat mulai mengalami dan melambat pertumbuhannya. Sedangkan Myammar dengan skala







Tantangan dan Kesiapan Indonesia untuk Memasuki MEA 2015

  1. Pasar Potensial Dunia.

 Perwujudan AEC 2015 akan menempatkan ASEAN sebagai kawasan pasar terbesar ketiga di dunia yang di dukung oleh jumlah penduduk ketiga terbesar ( 8persen dari total penduduk dunia ) setelah China dan India.

  1. Negara Pengekspor.

 Dengan meningkatnya harga komoditas internasional, sebagian besar negara ASEAN mencatat surplus pada neraca transaksi berjalan. Prospek perekonomian yang cukup baik menyebabkan ASEAN menjadi tempat tujuan investasi.

  1. Negara Tujuan Investor.

 Dalam rangka AEC 2015 berbagai kerja sama regional untuk meningkatkan infrastruktur ( pipa gas, teknologi informasi ) maupun dari sisi pembiayaan menjadi agenda. Kesempatan tersebut membuka peluangbagi perbaikan iklim investasi Indonesia. Terutama dalam melancarkan program infrastruktur domestik.

  1. Daya Saing.

 Liberalisasi perdagangan barang ASEAN akan menjamin kelancaran arus barang untuk pasokan bahan baku maupun bahan jadi di kawasan ASEAN karena hambatan tarif dan non tarif yang tidak ada lagi.

  1. Sektor Jasa yang Terbuka.

 Sektor – sektor jasa yang telah di tetapkan yaitu pariwisata, kesehatan, penerbangan, dan e-ASEAN dan kemudian akan di susul dengan logistik.

  1. Aliran Modal.

 Dari sisi penarikan aliran modal asing, ASEAN sebagai kawasan dikenal sebagai tujuan penanaman modal global, termasuk CLMV khususnya Vietnam.





DAFTAR PUSTAKA :

  1. http://pkbi.or.id/siapkah-indonesia-menghadapi-mea/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar