Minggu, 28 Oktober 2018

Tips dan trik menghadapi wawancara kerja

Wawancara atau interview adalah suatu percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara ialah untuk memperoleh informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber.

Wawancara, menurut Lexy J Moleong (1991:135) dikemukakan bahwa wawancara merupakan suatu percakapan dengan tujuan-tujuan tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk memperoleh informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian.

Menurut Charles Stewart dan W.B. Cash, Wawancara merupakan proses interaksi dipasangkan dengan sebuah tujuan serius dan telah mempunyai maksud dan tujuan untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab.

Menurut KBBI, Wawancara ialah kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh seorang pewawancara sebagai penanya dan narasumber sebagai orang yang ditanya.

Menurut Denzig, Wawancara merupajan suatu kegiatan yang dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka suatu percakapan yang di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain.
Robert Kahn dan Channel

Menurut Robert Kahn dan Channel,Wawancara adalah suatu pola khusus dari sebuah interaksi yang dimulai secara lisan untuk suatu tujuan tertentu dan difokuskan pada daerah konten yang spesifik dengan suatu proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada hubungannya secara berkelanjutan.

Menurut Koentjaraningrat, Wawancara adalah suatu cara yang digunakan untuk tugas tertentu, mencoba untuk mendapatkan sebuah informasi dan secara lisan pembentukan responden, untuk berkomunikasi secara tatap muka.

Sikap dan karakter diri Anda, kematangan Anda dalam berfikir, atau bahkan persiapan yang Anda lakukan untuk menghadapi wawancarasecara langsung akan mempengaruhi hasil dari wawancara. Berikut trik super efektif dalam menghadapi wawancara, baik wawancara pertama Anda maupun bagi Anda yang sudah sering melakukan wawancara.

1. Tiba lebih awal. Rencanakan untuk tiba lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Dengan waktu yang masih tersisa sebelum wawancara, Anda dapat gunakannya untuk mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan Anda lainnya seperti pakaian dan make up Anda.

2. Jabat tangan interviewer dengan tegas dan biarkan interviewer memulai pembicaraan.Saat Anda bertemu dengan interviewer , pandanglah kedua matanya dan jabatlah tangannya dengan tegas. Interviewer akan mengetahui karakter Anda melalui cara Anda berjabat tangan. Berikan kesempatan kepada interviewer untuk memulai pembicaraan. Misalnya menanyakan nama Anda, menjelaskan tugas Anda, dan posisi Anda. Hal ini akan memberikan kempatan kepada Anda untuk mencerna informasi dari interviewer.

3. Berikan jawaban yang singkat dan jelas.Dalam sebuah wawancara ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya Anda jawab dengan singkat namun jelas. Contohnya “Apa yang menjadi alasan Anda untuk hengkang dari perusahaan sebelumnya?”, “Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Anda?”, “Kesalahan apa yang pernah Anda perbuat dan bagaimana mengatasinya?” dan sebagainya. Usahakan Anda menjawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan jalur dan jangan memberikan jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan interviewer.

4. Aktif dalam percakapan. Ciptakan hubungan yang akrab dengan interviewer dan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya peraturan perusahaan, kebijaksanaan perusahaan yang Anda dapatkan jika diterima untuk bekerja (Jamsostek, tunjangan hari raya, dll).

5. Tetap rendah hati. Walaupun Anda sudah cukup berpengalaman, terapkanlah sikap rendah hati. Jangan sampai Anda meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diberikan oleh interviewer. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan. Sikap rendah hati akan sangat disukai walaupun Anda sudah mempunyai segudang pengalaman kerja karena hal inilah yang mencerminkan sikap Anda nantinya jika Anda diterima untuk bekerja.

6. Perlihatkan minat dan semangat. Ekspresi wajah Anda akan sangat berpengaruh pada kesan interviewer terhadap Anda. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat interviewerberminat dan yakin akan kemampuan Anda. Cerikan tentang pengalaman yang telah anda jalani dengan ekspresi yang bersemangat dan yakinkan interviewer bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman dimasa lalu.

7. Menetapkan harapan Anda. Pada umumnya, sebelum dilakukannya wawancara Anda diharuskan mengisi formulir interview yang berisikan informasi tambahan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyeleksi kandidatnya, termasuk salary dan fasilitas yang diharapkan. Jangan mematok harga yang tidak rasional. Lebih bijak jika Anda megukur terlebih dahulu kemampuan Anda bukan mengikuti keinginan Anda, lalu simpulkan seberapa layak Anda mendapatkan salary dan fasilitas jika Anda diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk mencari informasi standard salary perusahaan dari karyawan, internet dan beberapa buku panduan lainnya. Contohnya, untuk standar gaji lulusan S1, D3, SMA sederajat dan sebagainya. Lebih banyak informasi yang Anda dapatkan akan lebih mematangkan persiapan Anda untuk wawancara.

8. Jangan menceritakan kelemahan perusahaan sebelumnya. Ada beberapa interviewer yang memancing peserta wawancara untuk mencari selah agar Anda mencerikan kelemahan perusahaan dimana Anda bekerja sebelumnya. Hindari menceritakan kelemahan perusahaan, atasan bahkan lingkungan kerja Anda sebelumnya. Ada beberapa asumsi dari sang interviewer jika Anda terpancing dengan pertanyaan ini “Jika Anda mengundurkan diri dari perusahaannya, akan sangat memungkinkan jika Anda juga akan menceritakan kelemahan perusahaannya” Agar tidak terpancing dengan tipe pertanyaan seperti ini, persiapkanlah jawaban Anda sebelum menghadapi wawancara. Ingat, Bukan berarti Anda harus berbohong untuk menutupi kelemahan perusahaan sebelumnya. Intinya buatlah jawaban yang sekreatif mungkin dan tidak manipulatif.

9. Ucapkan terima kasih dan follow up. Setelah wawancara selesai jangan lupa ucapkan terima kasih pada interviewer karena Anda telah diberikan kesempatan untuk wawancarameskipun Anda nantinya tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak tertarik pada pekerjaaan tersebut. Dan jangan lupa untuk follow up, sejauh mana hasil dari wawancara. Anda bisa menghubungi perusahaan untuk menanyakan hasil wawancara.
Anda harus berjiwa besar jika Anda tidak diterima untuk bekerja, tetapi setidaknya Anda mendapatkan pengalaman dan ilmu dari wawancara tersebut, sehingga Anda akan mempunyai gambaran dan dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi dikemudian hari jika Anda menghadapi wawancara.


Meskipun demikian, tetep aja kita harus persiapan, hal yang harus diperhatikan/tips sebelum interview, diantaranya : 
a. Siapkan Curriculum Vitae dengan Mantap
Curriculum Vitae kita ini adalah rangkuman apa yang ada di dalam diri kita, profil kita, gambaran diri kita. Singkatnya dengan membaca curriculum vitae kita ini. Beberapa hal yang bisa jadi rule of thumb dalam pembuatan CV yaitu :
-CV Jumlahnya 1 lembar, hal ini akan mempermudah saat interviewer akan melihat CV
-Ukuran A4
-Berwarna,namun jangan gunakan banyak warna
-Gunakan bahasa yang baku
-Font jangan terlalu kecil
-Sertakan foto diri
-Sertakan kontak yang bisa dihubungi
-Tonjolkan poin poin utama

b. Latihan sebelum interview
Ini adalah salah satu hal yang mungkin harus dilakukan, terutama apabila interview dilakukan dalam bahasa inggris. Ada baiknya setelah dikira-kira pertanyaan apa yang ada di interview  kita melakukan rehearse terhadap interview tersebut. Dengan kita menjawab pertanyaan itu, setidaknya kita selangkah lebih siap apabila ditanya pertanyaan itu.

c. Cari tau perusahaan dan posisi yang akan dilamar
Hal ini penting karena di dalam interview nilai nilai perusahaan dan mengenai posisi yang ada akan krusial, jika kita tidak tau background dari perusahaan dan bayangan dari posisi kita di perusahaan itu, maka pas interview kita bakal gantung. Cari tau dari segi background,nilai-nilai,gaya kerja, dll. Semakin banyak kita tahu akan semakin bagus. Hal-hal ini bisa dicari di web perusahaan, dari kaskus dan banyak lainnya.

d. Siapkan outfit yang sesuai
Outfit ini salah satu yang sering disepelekan, tentu saja melamar ke posisi bank dan ke perusahaan FMCG akan sangat berbeda gayanya.

e.Siapkan berkas berkas yang harus dibawa.
Biasanya menjelang interview perusahaan akan memberitahu apa saja dokumen yang harus dibawa saat wawancara selain curriculum vitae seperti ijazah,foto, formulir-formulir, KTP, dll. Selain itu untuk berjaga jaga bawa pula hal yang berhubungan dengan posisi yang dilamar, biasanya beberapa perusahaan selain pertanyaan umum juga menanyakan pertanyaan teknis, bawalah misalnya sebagian kecil skripsi kita atau sertifikat.

f. Aktif, antusias dan penuh senyum saat interview.
Aktif disini berarti saat interview nanti, kita jangan menunggu ditanya untuk sesuatu pertanyaan, dalam interview terkadang pertanyaan yang kita tunggu tidak ditanyakan, malah arah interviewnya berbeda, disini kita harus sudah punya peluru yang siap ditembakkan, artinya mau ditanya tidak ditanya hal itu harus terlontar, hal-hal tersebut bisa saja diselipkan saat pertanyaan yang lain, jadi jangan tunggu ditanya. Berikan antusiasme pula saat sang interviewe mungkin menjelaskan beberapa hal, tanda bahwa kita excited sama perusahaan itu.
1. Coba kamu ceritakan tentang diri kamu..
Pertanyaanya simpel. Tapi banyak orang yang gagal buat mempersiapkan pertanyaan ini, padahal pertanyaan ini merupakan salah satu kesempatan kita buat nunjukin ke bagus-an kita.
Di pertanyaan ini, kalo kita sudah mempersiapkan Curriculum Vitae kita dengan baik, kita ga perlu menyebutkan semua yang ada di CV kita, cukup kita sampaikan secara singkat 2/3 pencapaian atau pengalaman yang kita paling inginkan untuk interviewer tau, lalu kita tekankan kenapa kita fit sama kerjaan itu sesuai sama pencapaian yang udah kita sampaikan tadi. Kalo saya pribadi, saya suka pake formula present-past-future agar kita menyampaikan poin poin itu tidak membabi buta tapi teratur.
2. Apa yang kamu tau tentang perusahaan ini?
Ini pertanyaan yang penting. Dulu saya pernah apply kerja ke suatu perusahaan dan interviewnya by phone, jujur perusahaannya namanya asing, dan saya juga tidak ingat apply di mana, begitu ditanya ‘Apa yang mas tau tentang perusahan A’ saya bengong dan skak mat, karena memang saya inget nama perusahaanya dan di bidang apa aja saya enggak. Oleh karena itu penting banget sebelum interview, atau malah sebelum apply suatu kerjaan, kita browsing dulu seperti apa si perusahaanya?apa si nilai nilai perusahaanya?apa si tujuan perusahaanya? Dan pas ditanya pas interview, selain kita juga menunjukkan kepahaman tentang perusahaanya, kita juga bisa menunjukkan ketertarikan kita sama perusahaan dan kenapa kita yakin perusahaan ini tepat untuk kita. 
3. Kenapa si kamu mau posisi ini?
Dalam apply suatu pekerjaan selain kita paham perusahaanya kita juga mesti paham, posisi yang kita lamar itu apa. Perusahaan tentu aja pengennya dapet orang yang emang passion dan paham betul sama posisinya. Tips nya?cari info dulu tentunya kerjaanya itu ngapain, lalu cari faktor apa dalam diri kita yang membuat posisi itu cocok banget sama kita.
4. Kenapa kita harus memilih kamu/memperkerjakan kamu dibanding yang lain?
Ini salah satu pertanyaan yang emang didesain untuk mengintimidasi. Disini terkadang juga kita biasanya dibandingkan sama orang lain yang interview. Tapi tenang aja, ini juga salah satu pertanyaan dimana kita bisa menjual diri kita dan skill kita ke interviewer.
Poin disini adalah gimana kita menjelaskan ke interviewer kalo kita emang bisa melakukan pekerjaan itu dan emang kita ‘lebih’ dari kandidat yang lain. Contoh yang bisa dijelaskan adalah misal :
‘saya terbiasa bekerja dalam tekanan’
‘saya bekerja lebih cepat dari biasanya’
‘saya punya pengalaman lebih dibidang ini.’
Lebih bagus lagi kalo kita menjelaskan tidak hanya kata kata tapi juga contoh konkrit tentang itu. Kalo bilang terbiasa bekerja dalam tekanan, jelasin kapan pernah gitu, gimana menghadapi dengan bagus dan lain lain. Pokoknya posisikan aja kita kayak barang dagangan, buat gimana dia lebih tertarik pilih kita dibanding yang lain.
5. Apa si strength atau kelebihan kamu?
Pas pertanyaan ini, jujur, jangan dibuat buat, jangan mengatakan sesuatu yang emang hanya dikatakan agar interviewer-nya seneng. Selain itu juga kelebihan yang ditunjukkan juga relevan sama pekerjaannya, kelebihan kayak jago main bola, jago main musik, dikesampingkan dulu lha hehe. Contoh misal ‘saya jago ngomong didepan umum’ , ‘saya bisa mempengaruhi orang banyak’ atau ‘saya mudah dekat dengan orang lain’. Dan sekali lagi bakal lebih bagus kalo kita menyertakan contoh juga yang oke. 
6. Apa si kelemahan kamu?Gimana cara mengatasinya?
kalo ditanya kelebihan, pasti kita dengan mudah enjoy menjelaskan ke interviewer, tapi kelemahan? Pasti dalam diri kita tidak mau dong kelemahan kita keliatan sama interviewer kita? Nah sebenernya interviewer disini cuma mau ngetes kita paham ga si sama diri kita dan kita jujur enggak si? Kunci dari pertanyaan ini adalah jangan mengkatakan semua kelemahan kita juga, namun berikanlah suatu hal yang memang seimbang – kelemahan kita yang memang kita sudah tahu bagaimana cara mengatasinya. Contoh :
"Saya terlalu mudah percaya sama seseorang/terlalu polos, namun sekarang saya mulai menilai objektivitas dari suatu hal, bertanya dua kali untuk sesuatu yang saya ragu sehingga saya yakin betul akan suatu fakta. "
7. Apa si achievement terbaik kamu / Prestasi kamu?
Achievement ini bisa dalam hal pengalaman atau hal prestasi, dan ga ada sesuatu yang lebih bagus agar perusahaan yakin kita orang yang tepat selain track record dari achievement kita. Dan lebih bagus lagi, jika itu adalah pengalaman kerja (jadi asisten lab,organisasi dll) adalah kalo kita membuat suatu perubahan besar di tempat itu. Contoh untuk misal pengalaman kerja :
"Sewaktu saya menjadi ketua di organisasi kali , organisasi dalam keadaan yang kurang baik dalam hal kaderisasi, setelah saya masuk, saya merubah beberapa program kerja yang ada dan cara untuk mendekati anggota saya, setelah program saya berjalan, di organisasi tidak ada lagi kendala dalam masalah sumber daya dan dapat produktif dalam menjalankan fungsinya. "
8.Coba ceritakan dulu kamu pernah punya tantangan atau konflik apa selama kuliah?gimana kamu menghadapinya?
Ini adalah pertanyaan yang mengetes bagaimana kita meng-handle suatu masalah atau konflik, gimana kita bersikap, apakah kita bakal jadi ‘nice guy’ dan mementingkan organisasi/komunitas atau mengutamakan ego kita. Sekali lagi disini jangan bohong, karena toh yang interview kita nanti pasti yang akan berhadapan langsung dengan kita. Disini kita ceritakan aja gimana bisa terjadi konflik itu, gimana kita menghandlenya, gimana ujungnya kita bisa bikin jadi happy ending dan terutama gimana kita menyampaikannya ke lawan bicara kita. 
9. Dimana kamu bakal melihat kamu dalam kurun waktu 5 tahun?apa saja rencana kamu kedepan?
disini perusahaan ingin melihat apakah visi kita sesuai sama perusahaan atau tidak. Kalau ditanya pertanyaan ini jawab jujur, secukupnya, namun spesifik tentang rencana kedepan. Disini interviewer/user bakal nilai apakah kita punya target yang realistis, apakah kita punya ambisi sebagai person dan apakah posisi yang kita lamar bakal sesuai sama goal dan perkembangan kita. Yang paling enak adalah bilang gimana posisi yang kita lamar tersebut adalah suatu yang akan membawa kita ke level yang lebih dekat dengan target kita. Contoh :
"Dalam 5 tahun kedepan saya ingin lebih meningkatkan skill saya dalam bidang x,y,z dan saya percaya apa yang sudah ada disaya akan lebih berkembang dengan posisi ini, saya juga mempunyai target dalam 5 tahun kedepan, saya harus bisa berada di suatu posisi dimana saya bisa memberikan perubahan di perusahaan tempat saya berada, entah itu supervisor atau manager. Yang terpenting bagi saya adalah bukan posisi, tapi kapasitas saya, mungkin saya hanya seorang supervisor, tapiskill dan kapasitas saya harus mempunyai skill dan kapasitas seorang manager. Dan saya berharap dalam 5 tahun kedepan saya sudah memiliki kapasitas tersebut bersama perusahaan ini."
10. Saat ini lagi apply perusahaan apa aja?sudah sampai tahap apa?
Disini perusahaan pengen tau seberapa serius kita terhadap perusahaan dan nilai seberapa passion kita terhadap industri yang akan kita masuki? Terkadang kita apply suatu pekerjaan membabi buta, apply semua baik dari EPC, Service company, FMCG (Fast Moving Consumer Goods) sampai BUMN. Tapi sebenernya apa si passion kita? Di industri apa si kita paling tertarik? Disini tidak perlu takut untuk ngomong kalo kita emang apply perusahaan lain, malah kalau kita memang bagus, perusahaan bakalan ngejar ngejar kita dan tidak rela kita ke perusahaan yang misal adalah kompetitornya. Terkadang malah perusahaan malah nanya “Kamu di offer berapa sama perusahaan A?kita bisa kasih lebih besar dan opportunity lebih besar buat kamu” dan itu beneran terjadi. Jawab aja secukupnya, tapi tidak usah semua perusahaan kita ceritakan, misal kita apply 12 perusahaan disebut semua, nanti keliatan banget kalo kita emang cukup kasih yang paling bagus dari perusahaan-perusahaan yang kita apply, untuk menunjukkan seberapa ambisius kita juga, dan kalau memang tidak bisa satu tipe industri, minimal perusahaan itu menunjukkan tempat yang cocok untuk mengembangkan diri kita. Contoh :
"Saya sedang apply di beberapa perusahaan FMCG, seperti X,Y,Z. saya sangat berminat untuk masuk ke industry FMCG karena saya merasaskill leadership yang saya punya akan lebih berkembang di industri ini. "
Sudah sampai tahap apa? Disini jujur aja, berikan fakta yang ada, misal di perusahaan X kita sudah sampai tahap offering, sampaikan aja. Jangan sampai nanti perusahaan sudah sampai menerima kita ternyata kita sudah keterima di tempat yang lain, hal seperti ini harus diminimalisir, agar teman kita yang belum dapat juga ga keambil rezekinya hehe. Biasanya disini juga kedua perusahaan akan dibandingkan, dan kalo kita memang lebih minat di perusahaan yang kita di interview, tunjukkan minat itu, sekalipun misal di perusahaan X tadi kita sudah offering. Yang bakal berat adalah kalo kita interview di perusahaan B tapi kita lebih condong ke perusahaan A, kalau kayak gitu jawab aja kalau kita menghargai proses kedua perusahaan, dan bagi kita, perusahaan yang akan memberikan offer lebih baik dan lebih cepat itulah yang kita terima. 
11. Kira kira kalo kamu kerja, lingkungan seperti apa si yang kamu suka?
Kalo pertanyaan ini kita mesti tau dulu kondisi tempat kerja di tempat kita lamar seperti apa, apakah banyak di lapangan atau di kantor, banyak tekanan atau tidak dll. Disini sang interviewer mau tau aja, sebenernya kita nyamannya di kerja yang kayak gimana,cocok ga kita di gaya kerja yang ada di perusahaan. Spesifik aja, contoh :
"Saya nyaman kerja dilapangan,dimana saya bisa berinteraksi dengan orang banyak dan banyak bergerak, saya cocok di lingkungan yang ramai dan banyak agenda, suka traveling dll."
12. Kalo kamu berbeda pendapat sama seseorang atau atasan, sikapmu bakal gimana?
Beda pendapat itu wajar, dalam pekerjaan pun ga bisa dipungkiri kalo kita bakal beda pendapat, kadang sama orang lebih tua atau bahkan atasan kita sendiri. Disini kita bakal diliat bagaimana menangani perbedaan pendapat, apa kita bakal langsung ngalah untuk perdamaian atau kita tetap  menyampaikan apa yang kita anggap benar.
13. Kira kira nih, temen temen kamu menilai kamu seperti apa ya?coba kamu gambarkan dalam satu kata.
Saya pernah dapat pertanyaan ini waktu interview salah satu pertanyaan, disini jangan kebanyakan mikir, kita bakalan dikira boong dan have no idea about ourself. Pilih aja satu kata yang memang benar benar menggambarkan kita, sebisa mungkin kata tersebut bukan berarti sombong, tapi menjelaskan bahwa kita adalah orang yang “Manusiawi”. Saat ditanya demikian tentu saja jangan jawab ‘Pintar’, atau malah terlalu ekstrim seperti ‘jorok’ tapi seperti yang tak bilang tadi, jujur aja, bilang aja ‘ramai’ atau ‘berisik’ karakter yang membuat kita sedikit berbeda dengan orang lain, tapi itu benar benar kita.
14. Selama waktu setelah kamu lulus sampai sekarang, kan ada waktu kosong, kamu ngapain aja?
Ini biasanya ditanyain untuk ngecek apakah kita orang yang bener bener produktif atau orang yang harus dipaksa produktif. Pas ditanya gini, sekali lagi jawab jujur aja, misal setelah lulus ternyata kita ambil waktu untuk liburan. Hal tersebut itu tidak apa apa, tapi bilang juga aktifitas bermanfaat yang dilakukan saat waktu kosong tersebut seperti ngajar les, bikin usaha, belajar bahasa inggris, dll. Hal ini penting karena orang yang sukses adalah orang yang memanfaatkan waktu luangnya. Jangan lupa simpulkan state kita sekarang, bahwa kita siap untuk bekerja dan tidak ada masalah untuk bisa bekerja secepatnya. 
15. Gimana cara kamu meng-handle pressure atau situasi yang membuat kamu stress?
Tiap orang punya caranya masing masing, yang penting disini adalah kita menyampaikan bahwa bagaimanapun cara kita, kerjaan kita bakal beres setelah kita melakukan itu. Beberapa orang mungkin bakal tidur, denger lagu sebentar, atau makan. Jujur aja, yang penting kita bisa yakinin saat kita stress kita punya obatnya/hiburannya karena itu penting. 
16. Kalo kamu diterima,kamu mau gaji berapa?
Ini pertanyaan yang sensitif banget tentunya bagi kita apalagi yang belum pernah interview sebelumnya. Cara mengatasinya tentu saja cari tau kira kira range gaji di posisi kita itu berapa, beberapa perusahaan bisa diliat di situsQERJA , situs yang lumayan membantu kalo mau tau gaji. Kalau memang tidak ada juga, berikan saja range yang masuk akal berdasarkan skill, pengalaman kita dan posisi kita, biasanya kita udah tau lha standarnya buat fresh graduate, hehe. Intinya disini jangan jadikan gaji jadi penghalang, bilang aja kita juga mau buat negosiasi di tahap lainnya, soalnya nanti bakal ada offering, dimana disitu kita bisa nego. 
17. Apa yang kamu suka lakukan di waktu luang/hobby?
Sama seperti tadi, disini perusahaan cuma mastikan kita ga seperti robot yang pulang pergi kerja dan akhirnya stress. Hobby, waktu luang kita menunjukkan pula gimana kita bakal beradaptasi nanti di tempat baru dan menunjukkan pula personality kita seperti apa. 
18. Kamu mau menikah kapan/keluarga kamu bagaimana?
Menikah ini pertanyaan penting. Karena bakal berpengaruh juga ke produktivitas kerja kita nantinya, beberapa perusahaan malah melarang karyawannya untuk nikah selama masa OJT/Pelatihan. Disini jawab aja sejujurnya planning-nya seperti apa, dan akan sesuai dengan lifeplan atau tidak. Hal ini sama dengan keluarga, jujur aja, keadaan keluarga kita akan berpengaruh terhadap bagaimana kita bekerja. Seorang tulang punggung keluarga akan berbeda cara pikirnya dengan anak terkecil dalam keluarga bukan? Disini juga bisa keliatan bagaimana kita meng-handle masa depan dan mimpi kita. 
19. Apa yang kira kira bisa kamu berikan/perbaiki dari perusahaan ini?
Disini sang interviewer ga bakal expect kita punya ide cemerlang yang bakal merubah perusahaan tenang aja. Mereka cuma mau tau apa pendapat kita terhadap perusahaan ini, seberapa besar kita pengen kontribusi, di bagian mana skill kita bisa kontribusi lebih, itu aja. Kita dengan menjawab dengan lancar, tentu saja membuat sang interviewer yakin kalo kita bener bener interest sama perusahaan ini. 
20. Ada yang ingin ditanyakan?
Pas interview bukan berarti kita yang harus terus-terusan ditanya, namun ada juga kesempatan untuk bertanya. Saat hal ini ada, jangan dilewatkan! Tanyakan aja apa yang masih mengganjal buat kita berkarya disini. Misal tanyakan tentang posisinya, alur seleksi setelah ini, kultur dan peraturan yang ada diperusahaan, tim kita nanti, gimana kita bekerja, dan kalo perlu tanya kapan kita akan mulai kerja. Setelah pertanyaan ini biasanya interview akan selesai, dan interviewer bakal kasih tau kapan akan diumumkan hasilnya.

Referensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar