TUGAS
PENGANTAR BISNIS
AGROBISNIS
NPM : 23215216
Kelas : 1EB08
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2015
Agribisnis (baku menurut
KBBI: agrobisnis) adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau
bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir.
Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada
pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan
(food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara
pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek
akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan
dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen,
proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dalam konteks manajemen
agribisnis di dalam dunia akademik, setiap elemen dalam produksi dan
distribusi pertanian dapat dijelaskan sebagai aktivitas agribisnis.
Namun istilah "agribisnis" di masyarakat umum seringkali
ditekankan pada ketergantungan berbagai sektor ini di dalam rantai
produksi.Istilah "agribisnis" diserap dari bahasa Inggris:
agribusiness, yang merupakan lakuran dari agriculture (pertanian) dan
business (bisnis). Dalam bahasa Indonesia dikenal pula varian yang
baku menurut KBBI, agrobisnis.
Objek agribisnis dapat berupa tumbuhan,
hewan, ataupun organisme lainnya. Kegiatan budidaya merupakan inti
(core) agribisnis, meskipun suatu perusahaan agribisnis tidak harus
melakukan sendiri kegiatan ini. Apabila produk budidaya (hasil panen)
dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini disebut pertanian
subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif.
Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk
memenuhi keperluan sehari-hari.Dalam perkembangan masa kini
agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja karena
pemanfaatan produk pertanian telah berkaitan erat dengan farmasi,
teknologi bahan, dan penyediaan energi. FAO memiliki bagian yang
beroperasi penuh pada pengembangan agribisnis yang bertujuan untuk
meningkatkan pertumbuhan industri pangan di negara berkembang.
AGROBISNIS
SEMANGKA
Peluang Agrobisnis
Semangka
Budidaya Tanaman Semangka jenis
tanaman tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water
Mellon. Berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika,
kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara seperti:
Indonesia, Thailand, Malaysia,Afrika Selatan, Cina, dan Negara-negara
beriklim tropis.
Tanaman Semangka termasuk dalam
keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) pada daerah asalnya sangat
disukai oleh manusia/binatang yang ada di benua tersebut, karena
banyak mengandung air, sehingga penyebarannya budidaya semangka
menjadi cepat.
Manfaat tanaman
semangka
Manfaat semangka di budidayakan
sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkandaun dan buah
semangka muda untuk bahan sayur-mayur. Bijinya diolah menjadi makanan
ringan yang disebut “kuwaci” (disukai masyarakat sebagai makanan
ringan). Kulit semangka juga dibuat asinan/acar seperti buah timun
atau jenis labu-labuan lainnya.
Sentra penanaman
semangka
Budidaya semangka
banyak dikembangkan di negara-negara seperti Cina, Jepang, India dan
negara-negara sekitarnya. Sentra penanaman di Indonesia terdapat di
Jawa Tengah (D.I. Yogyakarta, Kabupaten Magelang dan Kabupaten
Kulonprogo); di Jawa Barat (Indramayu, Karawang); di Jawa Timur (
Banyuwangi, Malang); dan di Lampung, dengan rata-rata produksi 30
ton/ha/tahun. dan masih banyak lagi area tanaman semangka yang di
budidayakan di daerah indonesia.
Syarat penanaman
semangka
Iklim
A. Secara teoritis
curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah 40-50
mm/bulan.
B. Seluruh areal
penanaman semangka perlu sinar matahari
sejak terbit
sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya
kemunduran waktu panen.
C. Tanaman
semangka akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal
pada suhu ± 25 derajat C (siang hari).
D. Suhu udara yang
ideal bagi pertumbuhan tanaman semangka adalah
suhu harian
rata-rata yang berkisar 20–30 mm.
E. Kelembaban
udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman,
berarti udara kering yang miskin uap air.Kondisi demikian cocok untuk
pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman
semangka hidup di lingkungan padang pasir yang berhawa kering.
Sebaliknya, kelembaban yang terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya
jamur perusak tanaman.
Media Tanaman Semangka
A. Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman
semangka adalah tanah yang cukup gembur, kaya bahan organik, bukan
tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan.
B. Keasaman tanah
(pH) yang diperlukan antara 6-6,7. Jika pH 3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat
yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl.
Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yang
mempunyai
ketinggian
dibawah 100 m dpl dan di atas perbukitan dengan ketinggian lebih dari
300 m dpl.
Pedoman penanaman
semangka
A. Persyaratan Benih
Pemilihan jenis benih semangka yang
disemaikan adalah:
Hibrida import, terutama benih jenis
Triploid (non biji) yang mempunyai kulit biji yang sangat keras dan
jenis Haploid (berbiji).
B. Penyiapan Benih
Jenis benih Hibrida impor, terutama
jenis bibit triploid setelah dipilih disiapkan alat bantu untuk
menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji
tersebut sulit untuk berkecambah, alat bantu tersebut berbentuk
gunting kuku yang mempunyai bentuk segitiga panjang berukuran kecil
dan disediakan tempat kecil yang mempunyai permukaan lebar. Jenis
Haploid dengan mudah disemai karena bijinya tidak keras sehingga
mudah membelah pada waktu berkecambah.
C. Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih semangka
dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
*1 Perenggangan bibit biji semangka
terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya.
*2 Perendaman biji dalam suatu satuan
obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25
derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik) 1 sendok
peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75
WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP).
Setelah direndam 10-30 menit, diangkat
dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap
dikecambahkan.
*3 Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Kantong-kantong persemaian diletakkan
berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga
tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca
mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang
terbuka.
*4 Pemupukan dilakukan lewat daun untuk
memacu
perkembangan bibit dicampur dengan
obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali.Pada usia 14 hari,
benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dansiap
ditanami benih tersebut.
*5 Pemindahan Bibit
Setelah pengecambahan dilakukan
penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong Plastik berukuran : 12
cm x (0,2 – 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih (sudut kantong
dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan di isi campuran
tanah dengan pupuk organik komposisi:
1 bagian tanah kebun,1 bagian
kompos/humus,1 bagian pupuk kandang yang sudah matang.
Setelah bibit berumur 12-14 hari dan
telah berdaun 2-3 helai,dipindahkan ke areal penanaman yang telah
diolah.
Pengolahan Media Tanaman Semangka
A. Persiapan
Bila areal bekas kebun, perlu
dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas
persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah
dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
B. Pembukaan Lahan
Lahan yang ditanami dilakukan
pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi
bongkahan-bongkahan yang merata. Tunggul bekas batang/jaringan
perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga
segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi
perkembangan tanaman semangka yang akan ditanam di areal tersebut.
C. Pembentukan Bedengan
*1 Tanaman semangka membutuhkan
bedengan supaya air yang terkandung didalam tanah mudah mengalir
keluar melalui saluran drainase yang dibuat.
*2 Jumlah bedengan tergantung jumlah
baris tanam yang dikehendaki oleh si penanam (bentuk bedengan baris
tanaman ganda, bedengan melintang pada areal penanaman).
*3 Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung
tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm).
D. Pengapuran
*1 Dilakukan dengan pemberian jenis
kapur pertanian yang mengandung unsur Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg)
yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari
ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur
dolomit.Penggunaan kapur per 1000 m.
*2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200
kg dolomit.
*3 untuk antara pH 5-6 dibutuhkan
75-150 kg dolomit.
*4 dan pH >6 dibutuhkan dolomit
sebanyak 50 kg.
E. Pemupukan Semangka
Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik
dan pupuk buatan.Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang
yang berasal dari hewan sapi/kerbau dan dipilih pupuk kandang yang
sudah matang.Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi
tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/ bedengan.
Teknik Budidaya Semangka
A. Penentuan Pola
Tanaman
Tanaman semangka
merupakan tanaman semusim dengan pola tanam monokultur 2) Pembuatan
Lubang Tanaman.
Penanaman bibit
semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan
telah tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar
dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm.
B. Persiapan
pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke
darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara
lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan.
Lahan tertutup
dengan plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas
cat ukuran 1 kg yang diberi lubang-lubang disesuaikan dengan kondisi
tanah bedengan yang diberi lobang.
C. Cara Tanam
Semangka
Setelah dilakukan
pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap
menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi
bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit
ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan
kantong plastik yang ada.
Langkah imunisasi
dilakukan dengan perendaman selama 5-10 menit disertai campuran
larutan obat obatan.
DAFTAR
PUSTAKA
http://wartawirausaha.com/2014/09/peluang-usaha-budidaya-semangka/